Aku Hikaru Yaotome baru-baru ini sudah menginjak umur 19 tahun, dan baru-baru ini pula ku habiskan untuk merayakannya dengan seorang teman baikku. Bukan, bukan hanya teman baik saja tapi, teman yang lebih dari sekedar teman. Yah..menurutku sih begitu, apalagi setelah kejadian seminggu yang lalu itu, ku harap dia memang menganggapku sudah lebih dari teman sekarang. Tapi tetap saja sampai sekarang aku masih kurang yakin, bukan terhadap perasaanku tentu saja. Namun, persaannya terhadapku, apa yang dipikirkan ketika bersamaku dan seberapa penting posisiku di hatinya sekarang.
Mungkin baginya kejadian seminggu yang seperti sudah benar-benar ku rencanakan. Padahal jauh sebelum itu, ketika aku mengajaknya jalan ke kebun binatang untuk merayakan ultahku, lalu mengajaknya jalan setelah UASnya selesai, merupakan sesuatu yang tak pernah ku pikirkan sebelumnya. Semua ajakanku hanya spontanitas belaka. semua itu ku lakukan semata agar aku bisa selama mungkin bersamanya.
Dan hatiku benar-benar tak bisa berbohong lagi ketika suatu saat aku tersadar..(flash back)
Dua tahun belakangan aku makin menyadari perasaanku terhadap seseorang yang bisa ku sebut teman baikku, seseorang yang sejak awal bertemu sudah mencuri perhatianku (sampai stress karena ku piker aku itu homo). Sesorang yang begitu berbakat, baik luar biasa dan sungguh perhatian padaku. dan dua tahun ini kami selalu bersama nyaris setiap saat jika aku bertemu dengannya untuk latihan di Jimushou dan pulang bersamanya rumah kami memang berdekatan satu stasiun lebih jauh dari rumahnya berada aku tinggal.
Pada hari itu aku melihatnya begitu lesu dan seirng melamun tak seperti biasanya, yang selalu ceria dan tertawa ketika aku menceritakan guyonanku yang garing. Aku benar-benar khawatir ku piker dia sedang ada masalh berat. Walau katanya dia bilang sih karena akan jarang latihan sementara ini karena sibuk UAS. Kei chan..ingin sekali ku panggil begitu..dalam perjalan pulang itu aku berusaha menceritakan apa saja yg ada di benakku dan tidak membiarkan dia melamun barang sedetikpun. Dengan spontan aku mengajaknya jalan besok berpikir semoga dia bisa melupakan sejenak bebannya. Dan akhirnya aku melihat senyumnya yang itu senyum paling manis dan paling melegakan hatiku ketika aku melihatnya. Dan apalagi senyumny asekarang hanya ditujukan buatku.
Tak terasa ternyata stasiunnya sudah sampai. Dia pamit buru-buru keluar dari kereta. Aku pun akhirnya mengeluarkan ipodku dan hendak menyalakannya sambil aku meoleh ke arah jendela dan meilhat apa dia sudah tak ada di sana. Namun, di luar dugaanku Kei ternyata masih di sana dan memandang kea rah jendela tempat aku berada. Tak pikir panjang aku langsung berlari dan menuju ke tempat dia berdiri memandangi jendelaku.
Terlihat dia begitu terkejut dan bertanya heran padaku. Aku tanpa pikir panjang berkata yang aku sendiri pun tak percaya. Aku mengajaknya pergi jalan setelah UASnya berkahir. Aku segera berlari ke dalam kereta dan duduk kembali di dekat jendela tempat sebelumnya aku duduk. Aku sungguh tak sadar apa yang telah ku lakuka dan mendapati diriku malu setengah mati setelah sadar sebenarnya apa niatku.
Ku liaht keluar, dia masih berdiri terpaku namun berbeda dengan ekspresinya tadi, wajahnya kini sedikit cerah dan menatap lurus ke arahku. Dalam hati aku berdoa “Tuhan apakah Kei slalu memandangku dari kejauhan setiap dia turun dari kereta..?? jika begitu aku mohon waktu ini bisa berhenti sejenak sampai aku puas memandangnya pula dari tempatku duduk, namun aku tahu itu tak mungkin dan aku hanya bisa memandangi sosoknya yang segera menghilang, dan aku pun sampai harus berdiri mengeluarkan kepalaku ke jendela memastikan bahwa di benar-benar sudah tak beredar dari pandanganku.
Aku tak sabar menunggu janjianku dengannya dan mendapati bahwa bertepatan dengan hari ulang tahunku. Aku jadi begitu bersemangat dan siang itu juga aku meneleponnya, tapi teleponku tak kunjung di angkat. Kesal aku bercampur khawatir karena itu, lalu tiba2 hpku berdering ada namaya di layarnya.
"moshi..mosh..inoo chan..! kemana aja sih..?!"kelihatan sekali nada suaraku kesal
"hehheX gomen seharian ini aku sibuk~dan hpku silent~gomen2"jawabnya
"huuuhhh..oke lupakan..ini ttg rencana kita bsk~"
"well~jadi kan..?? emg mw kemana..??"dia bertanya
"ya ampun..jgn blg~kau lupa bsk hari apa..?!!"makin kesal
"hmm..?? bsk..?? rabu kan..?? emg ada apa..?? jgn blg kau ultah..?! hhahhaXD"jawabnya
".........baka..!"aku diam sejenak
"areee...??? gomen nasai..!! hount.."sebelum dia melanjutkan kata2nya ku tutup teleponku
Sungguh hal itu membuatku kesal. Kei benar-benar lupa ultahku. Siang itu aku marah2 sendiri dan akhirnya jatuh tertidur di kamar. Karena terlalu lam tidur, malamnya aku tak bisa memejamkan mata. Ku lihat jam menandakan waktu sebentar lagi jam 12 malam, tepat aku genap berusia 19 tahun. Di dalam hati ku berharap Kei meneleponku sambil ku pandangi hp ku ke langit2. Kring2..kring2…!!
Kaget setengah mati aku ketika ku lihat di layar hpku ada namanya tertera.
"Hikaru..O tanjoubi Omedetou...!! hehehXDD"katanya
"yaa arigatou~...."aku diam
"ne~Hika chan tunggu sebntar jgn tutup telponku yah..!"
"nani..??”jawabku
"haapyy...birth..day to u...haappyy..birth..day to u.."dia melantunkan nyanyian happy b'day untukku dengan pianonya
"happyy..birth..day..happy birthh day..happy birth day to Hika~"
"met ultah Hika~wishU all the best~"aku bicara
"oke..kali ini ku maafkan karena kau lumayan niat memberiku ucapan selamat, tidak sperti tahun lalu..hehehXD"suaraku berubah "uaahh..jd bsk jadi kan kita jalan..?? aku ga sabar menunggu bsk Hika chan~"kelihatan sekali semagatnya
"tentu saja..! see you tomorrow inoo chan honey..! clikk..!"sesegera hpku tutup dank u taruh di bwah bantal dan aku langsung menutup wajahku juga dengan bantal karena malu sekali.
Setelah kami latihan di Jimushou aku sesegera mungkin menarknya pergi sebelum terjadi keributan anak2 JUMP karena tahu aku ultah. Sungguh kali ini aku hanya ingin merayakannya dengannya saja. Sengaja hp ku matikan biar tak ada yang mengganggu. Lalu aku mengajaknya ke kebun binatang. Setelah puas berkeliling sampai malam akhirnya waktu yang tak ku inginkan tiba..perpisahan dengannya. Namun aku baru ingat papan pengumuman di taman dekat kebun binatang bahwa mala mini ada hanabi. Ku lihat jam sudah mendekati pukul tsb. Ku beritahu dia tentan hanabi itu, lalu..
3..2..1..ku hitung mundur
Kembang api pun menari indah di atas langit..
Ku tatap hanabi itu bergantian juga ku tatap wajahnya yang terpukau karena hanabi itu.
Entah keberanian dari mana aku tiaba2 menggenggam tangannya, sontak dia kaget. Namun tak lama diapun membalas genggamanku dan membuatkupun kaget. Kami saling bertatapan dan ku pandangi wajahnya yang makin manis karena terkena sinar cahaya kembang api, spontan ku pegang pipinya dan ku kecup keningnya dengan sayang. Tiba2 saja dia duduk terjatuh kaget sekali karena tindakanku, sungguh sikapnya benar2 lucu ketika itu.
Kami sampai di rumahku, Kei ikut denganku karena waktu sudah tengah malam dan sudah tak ada kendaraan lagi. Kami sesegera tidur, dank arena terlalu lelah aku ketiduran duluan. Karena memang sejak lahir aku tak bisa diam tidurku pun sama. Tiba2 saja aku sudah melandas sukses di bawahnya dan aku terbangun karena mersakan sakit di gigiku, aku melirik Kei yang diam sejenak dan memandangi cermin dan mendapati bibirnya berdarah karenaku. Aku pura2 tidur saja, karena aku takut dia akan marah dan menngomeliku. Namun, di samping itu semua aku malu sekali karena kecerobohan tololku itu, sampai sekarang aku berpura2 tidak tahu tentang kejadia itu karena aku bisa mati malu untuk membicarkannya. Oh iya..itu ciuman pertamaku. Senangnya hatiku..hhehehXD
Inoo Kei selalu saja ingin ku teriakan namany kencang-kencang dari mulutku ini, tapi jangankan itu memanggil nama kecilnya saj sudah membuatku malu bukan main. Memang di agensi aku terkenal humoris dan akrab pada siapa saja, semua orang di agensiku memanggilku dengan nama kecilku Hikaru, begitupun dia memanggilku. Semua anak JUMP ku panggil mereka dengan nama kecilnya, namu entah mengapa sulit sekali memanggil Inoo Kei hanya dengan nama kecilnya. Terkadang aku iri pada Kota Chan dan Dai chan karna mereka akrab sekali dan dengan enteng memanggil Inoo Kei dengan nama kecilnya semenjak dia masuk ke agensi. Alasanku mungkin cukup menggelikan kenapa aku sulit memanggil nama kecilnya, mungkin karena sejak pertama kali ku melihatnya dia berbeda sama sekali dengan yang lain, menarik sekali dia di mataku dan diam-diam aku mengaguminya dari jauh.
Namun setelah kejadian seminggu yang lalu, aku sungguh nekat dan memberanikan diri untuk memanggilnya Kei chan..tapi sayangnya ku panggil dia pertama kali hanya melalui telepon, masalahnya aku terlalu malu untuk memanggilnya langsung di hadapanku, mungkin bisa-bisa aku mati jantungan melihat dia tersenyum karena aku memanggil nama kecilnya. Tiap pagi aku selalu meneleponnya hanya untuk membangunkannya dan mengucapkan selamat pagi padanya. Hal tersebut rutin ku lakukan tiap pagi dan sudah seperti ritual khusus bagiku untuk memberinya “morning call”. Sebelum kejadian itupun aku dan dia saling bersms paling tidak 50 kali perhari, aku tahu persis hitungannya karena selalu sms darinya ku simpan di kartu memori hpku. Aku tak bisa membayangkan jika satu hari saja aku tak menghubunginya dan dia tak membalasnya, munkin bisa-bisa aku nekat pergi ke rumahnya hanya untuk memastikan dia baik-baik saja.
Pagi ini lagi-lagi aku meneleponnya dan ternyata di sudah bangun dan segera bersiap-siap ke agensi tempat kami latihan. Inilah hari pertama sejak kejadian itu kami bertemu lagi, aku sudah mempersiapkan diri pagi ini dengan berlatih di cermin untuk menyapanya dan memanggil namanya
“ohayou~Kei chan…” kataku di depan cermin.
“aduh2..coba sekali lagi..hai2..! ohayou kei chan..!!!” aku berbicara sendiri dan nyengir sendiri.
“ah norak..!! gimana yah..Kei chan..ohayou~”kataku sambil melambaikan tangan bergaya di depan cermin
“ah udah capekkk…”kataku lalu membaringkan tubuhku ke tempat tidur.
Akupun bergegas pergi ke Jimushou, tak sabar rasanya ingin melihat sosoknya itu. Tubuhnya yang langsing, rambutnya yang hitam legam, matanya yang seperti batu safir, bibirnya yang merona merah jambu dan yang paling ku ingin lihat adalah senyumnya yang selalu merekah dan mempesona ketika dia melihat dan menyapaku. Ketika aku sedang dalam perjalanan ke sana, aku melalui jalan yang sebelumnya tak pernah ku lewati. Aku melakukan itu hanya untuk mencari suasana baru dan mataku tiba-tiba terpaku pada toko dalam jalanan yang sedang ku lewati. Toko yang kesannya klasik namun apik itu menyita perhatianku, lalu aku langsung mendekati toko itu dan melihat ke dalamnya. Ternyata dalam toko itu di jual berbagai perhiasan kuno yang memilki arti masing-masing dan makna terkandung di dalamnya.
Semua itu ku ketahui dari pemilik tokonya sendiri yang kebetulan menyapaku. Dan yang paling membuatku heran dan terkaget-kaget karena dia seperti mengetahui isi hati dan kepalaku saat ini.
“enak yah jadi anak muda..”katanya
“eh..?? maksud anda apa pak..??tanyaku
“kau benar-benar sedang jatuh cinta yah..”katanya tersenyum
“eh..?? kok bapak bisa tahu..??”tanyaku panik tapi semangat
“tentu saja..wajahmu itu cerah sekali..dan ketika kau melihat perhiasan-perhiasan ini kau pasti jadi kepikiran dengan orang yang kau cintai itu..”kata bapak tua itu
“wah..hebat..kenapa anad bisa tahu..”kataku kagum
“tokoku ini bukan sembarangan toko nak..coba kau pilih perhiasan mana yang kau sukai”katanya tersenyum janggal
“ehhm..yang ini..indah..”kataku sambil menunjuk cincin perak berbatu berwarna biru
“wah..luar biasa…hahhahaha”katanya tertawa dan tepuk tangan
“kenapa anda tertawa..??”tanyaku tak mengerti
“anak muda..pilihanmu sungguh tepat..”lanjutnya
“sesungguhnya toko ini toko antik perhiasan yang menjual barang-barang peninggalan sejarah masa lalu baik dari luar dan dalam negeri dan semua barang-barang ini memiliki arti khusus bagi pemilikny dahulu dan dipercaya akan membuat pemilik selanjutnya bahagai”katanya tersenyum padaku
“dan..cincin ini artinya apa pak..??”tanyaku penasaran
“cincin terindah dan paling di inginkan oleh orang-orang pada masanya dulu..pemilik cincin ini merupakan seorang ratu dari negeri seberang yang memilki kekuasaan tertinggi di masanya ratu paling cantik dan paling dicintai rakyatnya pada masa itu. Maaf aku tak bisa menyebutkan lebih dari ini. Namun di percaya cincin ini dapat membuat pemiliknya dan pemberi cincin ini selalu bersama dan bahagia selamanya, oh ya satu lagi..jika kau berikan cincin ini pada malam ini tepat tengah malam niscaya cinta kalian bersatu selamanya kecuali kematian memisahkannya”cerita pak tua itu
“yosh…!! Aku beli pak tua..!”kataku semangat
“hahhaha dasar anak muda..karena ini pembukaan pertama kali tokoku di sini dan ku lihat hatimu murni untuknya ku berikan ini Cuma-Cuma..asal satu syarat..kau jangan beritahukan cerita tokoku ini pada siapapin..”katanya
“maksudmu ini gratis begitu..??”tanyaku tak percaya
“tentu saja nak..”katanya
“baiklah..syarat itu pasti ku jaga baik-baik..terima kasih pak..”jawabku
“hati-hati di jalan..salam buat Kei chan yah..”teriak pak tua dari jauh
“eh..iya pak..”aku berteriak dari jauh dan berlari kecil menjauhi toko itu
“ehh…?? Kok dia bisa tahu nama Kei chan..?!!”pekikku berhenti berlari
Sesampainya di Jiomushou, aku langsung mencari sosoknya. Namun, ternyata yang ku temuka di ruang latihan hanya 8 orang anak JUMP kecuali dia sosok yang selalu ku cari, tak ada di sana. Aku menghampiri Kou chan dan bertanya padanya. “ne Kou kau lihat Kei chan..??
“dia ada di kantor bersama Johnny san~kenapa..??”tanyanya
“ah tidak..aku..”jawabku malu-malu
“ehm..wah kemajuan besar yah..kau sudah memanggilnya dengan nama kecilnya..hahhahah”kata Kou chan meledekku
“uh..biarin..wee…!!”kataku sambil memeletkan lidah
“ne..Hika chan apa itu di kantungmu..?? besar sekali..??” Tanya chinen
“eh..bu..bukan apa-apa..”jawabku gugup
“ah..coba lihat..”sesegera Yamachan meraih kantongku dan teman-teman yang lain memegang tanganku
“wah..sugoiiiii…indah banget..buat Kei chan yah…??”Tanya Yuyan
“i..itu..”aku terbata
“hebat..Hika chan kau sudah banyak kemajuan yah..”ledek Dai chan
“tapi saying sekali kenapa Kei chan mau yah sama dia..ckckkc..”balas Ryu chan kejam
“uh,,sini..sini..”aku meraih dan mengambil cincin tiu kembali
“dasar Hikaru..pergerkanmu lamabt sekali..untunglah..”perkataan Dai cah terputus karena tiba-tiba orang yang dibicarakan muncul
Kami jadi berpura-pura latihan menari karena gugup takut ketahuan, aku menoleh ke arahnya yang terlihat pucat pasi. Karena khawatir aku mengahmpirinya dan bertanya padanya. Namun katanya dia baik-baik saja, dengan agak kecewa aku kembali ke tempat posisiku berada selanjutnya, memperhatikannya dari jauh sambil mengagumi sosoknya yang bagiku luar biasa hebat dan indahnya ciptaan Tuhan yang satu ini. Setelah latihan, ketika semuanya sedang ganti baju dan seperti biasa Kei chan memisahkan diri dari kami dengan alasan mandi, anak-anak JUMP yang lain mengerubungiku dan meminta kejelasanku apa maksud cincin itu dan sejauh apa hubunganku dengannya.
“Hika…! Jujur..sejauh apa hubunganmu dengannya..?!”Tanya Keito tiba-tiba
“eh..itu…”aku terbata
“lalu apa maksud cincin itu..?!”lanjut Yuto menginterogasiku
“itu..aku..”jawabku terbata
“kau mau melamarnya yah..ckckkck…hebat..”kata Kou chan sinis
“iyah..gomen ne..tiba-tiba sekali..”jawabku akhirnya
“baiklah kalau begitu..karena bagi kami Kei chan begitu penting dan sangat kami kagumi..kau harus..”lanjut Kou chan
“kau harus menjadikan kami saksi hidup ketika kau melamarnya..!”lanjutnya
“eh….ttt..tapi..”aku kebingungan
“sudah..pokoknya deal..! aku gak rela kalau kau setengah2 begitu..kau tahukan betapa berarti Kei bagi kami..kami gak mau kau main2 dan setengah2..buat dia bahagia..onegai…!”pinta Kou serius
“pasti..! makasih teman2..maaf Kou aku..”jawabku terputus
“tidak..kau memang pantas dengannya…aku bahagia kalau kalianpun bahagia..”jawabnya
“makasih sekali lagi yah..”jawabku
“iyah…”lalu Kou memelukku dan berbisik “tolong jaga dia buat aku dan teman-teman kau tahu kan betapa aku juga menyayanginya..”bisik Kou di telingaku
“haik..”jawabku singkat
Kini aku sudah berada di mobil dan bersamanya. Memikirkan kata-kata teman barusan dan sambil memikirkan pula kata-kata apa yang akan ku sampaikan nanti. Di dalam mobil aku memerhatikan wajahnya yang sedang memikirkan sesuatu dan seperti mau bicara padaku. Mungkin dia akan memberitahu “itu “ padaku pikirku. Mobilkupun melaju ke daerah pantai..tempat favorit kami berdua.
Turun dari mobil aku senang sekali melihat wajahnya yang begitu sumringah karena ku ajak ke pantai. Kami pun memasuki restoran dekat pantai itu, setelah memesan makanan Kei terlihat gelisah dan hendak berbicara sesuatu. Aku pun tak mau kalah dan ingin menyampaikan Sesuatu pula padanya.
Secara kebetulan kami memulainya bersamaan. Dia mempersilakan aku untuk duluan memulai,
"kamu duluan Hika"katanya
"oke..beg..begini.."kataku gugup
"aku.."merogoh kantong celanaku
"ini..aku ingin kau jadi.."lanjutku terbata
"tunggu..! biar aku dulu"pintanya tiba-tiba
"aku takut kau menyesal kalau kau duluan.."segera ku bekap mulutnya
"aku dulu..! malahan aku yang takut kau menyesal..!!kataku geram
"aku mau kau jadi..tunanganku.."kataku malu-malu namun ku tatap yakin langsung ke matanya
"would you be my girl..?? tanyaku
"eh..eh..?? apa..apa kau bilang..??"tanyanya sedikti teriak dan menyebabkan semua orang di restoran melongo ke arah meja kami
"aku kan..aku..seorang laki-laki..tidak bisa.."ku bekap lagi mulutnya
"sudah..hentikan..aku tahu kau lelah menyembunyikannya..dan aku sudah tahu sejak lama.."jawabku spontan
"kau itu anak perempuan..sehebat apapun kau menutupinya..tetap saja cepat atau lambat aku menyadarinya..yahh...awal bertemu sih aku kaget setengah mati kenapa bisa ada anak laki secantik dirimu..namun.."ku tatap wajahnya dank u belai dengan saying dari kening hingga dagunya
"namun, aku segera mengetahui bahwa kau hanya anak perempuan biasa yang menyamar jadi laki-laki selama 8 tahun ini hanya dengan memerhatikan tatapan matamu ketika melihatku, aku sadar sekali ketika kita bareng-bareng mau berenang di pantai..kami semua telanjang dada dan wajahmu merah sekali ketika melihat betapa seksinya aku hanya dengan memakai celana renang..hahhahhaXD dan ketika itu kau saja yang tidak berenag alasanmu sakit. Setelah itu, aku makin sadar kau makin menarik dan tambah mempesona seiring berjalannya waktu, Dan aku sadar aku menyukaimu sejak 8 tahun lalu itu, sejak kau masuk agensi tatapanku selalu ke arahmu dan mengagumimu dari jauh. "kataku sambil menerawang mengingat masa lalu.
"dan 2 tahun terkahir ini aku baru sadar apa arti dirimu bagiku..dan beruntungnya aku karena kau merasakan hal yang sama.."lanjutku terasa hamper menangis
"Hikaru..kamu..kamu sudah tahu..dan membuatku tersiksa tahu..!"pekiknya
"hehhehe..aku tahu..dan aku ingin lihat sampai berapa lama kau kat menahan rahasia itu.."jawabku
"kau tidak marah padaku..karena selama ini aku membohongimu dan teman-teman lainnya..??"tanyanya
"tidak..aku malah kagum..karena kau begitu tangguh dan kuat menahan penderitaan menyimpan rahasia tiu hampir setengah dari masa hidupmu..kau benar2 berjuang agar kau diakui di agensi..aku kagum sekali tahuu..!!""jawabku sambil mencubit pipinya
"lagian..teman-teman lainnya sudah tahu kok..heheheXD"
"ehhh..?? kok bisa...??"tanyanya sambil setengah menjerit
"gayamu itu kan girly sekali yah walau terlihat cowok..tapi kadang-kadang kau kelihatan jelas manisnya..pasti laki-laki normal langsung tahu dan sadar apalagi cewek itu selucu kau Kei.."kataku sambil nyengir2
"huuu...dasar..usahaku sia-sia dunk yah.."katanya merengut
"tidak sama sekali..kau malah menyadarkan kami bahwa baik lelaki maupun perempuan sama saja semua punya kemamupuan dan kau mebuktikannya"jawabku jujur
"di samping itu..walaupun kalau sebelumnya aku tak tahu kau itu perempuan atau laki-laki..aku sudah terlanjur menyayangimi Kei chan..kau terlalu cantik utnuk ku abaikan.."lanjutku dan meraih tangannya
"jadi..apa kau mau menerima tawaranku..??"tanyaku lagi
"aku..sungguh..beruntung..."katanya malu2
"yosh..! makasih Kei chan..aku bahagiaaaaaaaaaaa sekaliiiiiiii..."jawabku sambil teriak
"wah selamat2...!! prok..prok..prok.."terlihat semua pengunjung restoran memberi kami tepuk tangan dan ucapan selamat.
"yah..dan satu kejutan lagi adalah..teman2..!!"teriakku
Ku pegang tangannya erat dan sesekali melirik ke arahnya malu-malu. Lalu dia berkata..
"i love you Hika.."bisiknya "yes.i know.."balasku (nyaris mati jantungan)
Owari~